AKD DPR Bertambah Jadi 10, Golkar Mengaku Dapat Jatah 3 Ketua Komisi dan 17 Wakil

JAKARTA – Pembagian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR telah rampung. Nantinya, sebanyak 10 AKD akan dipimpin oleh 100 anggota dewan, dengan perincian 20 ketua dan 80 wakil ketua. Dari total pimpinan tersebut, Fraksi Golkar memperoleh jatah yang signifikan, yakni 3 posisi ketua komisi dan 17 posisi wakil ketua.
Komposisi DPR periode 2024-2029 mengalami perubahan dibanding periode sebelumnya, dengan penambahan AKD dari 9 menjadi 10. Selain itu, jumlah komisi juga bertambah dari 11 menjadi 13.
Adapun 10 AKD tersebut yakni Badan Musyawarah (Bamus), Komisi, Badan Legislasi (Baleg), Badan Anggaran (Banggar), Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), Panitia Khusus (Pansus), Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), dan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM).
Pimpinan Komisi DPR RI terdiri atas 13 ketua dan 52 wakil ketua. Sementara itu, Baleg, Banggar, BAKN, BKSAP, MKD, BURT, dan BAM masing-masing dipimpin oleh 1 ketua dan 4 wakil ketua. Secara keseluruhan, total pimpinan AKD DPR RI terdiri dari 20 ketua dan 80 wakil ketua.
Pembentukan 10 AKD ini telah disetujui dalam rapat paripurna DPR ke-3 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR, Puan Maharani, pada Selasa (15/10/2024).
“kami meminta persetujuan dalam rapat paripurna hari ini terhadap penambahan menjadi 13 komisi, apakah dapat disetujui?” tanya Puan.
“Setuju,” jawab para peserta rapat diikuti ketukan palu tanda pengesahan oleh Puan Maharani.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI, M Sarmuji mengklaim fraksinya mendapatkan jatah tiga ketua komisi di DPR RI. Ia mengatakan, partainya juga mendapat jatah 17 kursi wakil ketua komisi
“Kita dapat tiga ketua dapat 17 wakil ketua jadi kita ini lengkap,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Sekjen Partai Golkat itu juga mengatakan bahwa tiga ketua komisi tersebut nantinya akan menempati Komisi x, Komisi XI, dan Komisi XII.
Namun sayangnya, ia enggan mengungkapkan nama-nama kadernya yang menjadi ketua komisi.
“Ada kemungkinan Komisi 10, Komisi 11, Komisi 12,” kata dia.
Dia menambahkan, Fraksi Golkar belum membuat keputusan soal nama-nama kader yang mengisi posisi pimpinan komisi.
“Belum putuskan, kita akan putuskan sehari sebelum pengumuman di DPR, insya Allah begitu,” tuturnya. (yk/dbs)





